Showing posts with label tips & trik. Show all posts
Showing posts with label tips & trik. Show all posts

Tuesday, 12 March 2019

Monday, 18 February 2019

Mengatasi Perasaan Selalu Nggak Punya Baju

Monday, February 18, 2019 6 Comments


Setiap pagi akan berangkat kerja, saya seringkali merasa bingung harus pakai baju yang mana. Bahkan ini saya pikirkan sejak bangun tidur. Di dalam kamar mandi pun sambil mencoba mengingat-ingat baju dalam lemari ada apa saja. Selesai mandi saya diam terpaku berdiri di depan lemari yang terbuka, memandang dari atas sampai bawah, dari kiri sampai kanan, meliihat-lihat baju mana yang akan saya pakai. Sungguh ini suatu kondisi tidak nyaman bagi saya. Baju ada selemari tapi merasa nggak punya baju.

Monday, 20 August 2018

Wednesday, 15 August 2018

Wednesday, 13 September 2017

Agar Tetap Happy di Tengah Kemacetan

Wednesday, September 13, 2017 0 Comments
Sumber gambar : pinterest

Laju pertumbuhan penduduk sepertinya tidak sebanding dengan pertumbuhan ruang. Banyaknya kendaraan tidak sebanding dengan lebarnya jalan yang bisa dilewati. Otomatis kemacetan terjadi saban hari. Apalagi pada jam berangkat dan pulang kerja. Lalu lintas padat merayap dan membuat emosi setiap orang terguncang (wetseh). Kalau sudah tidak sabaran, suara klakson menggelegar memekakkan telinga.semakin mengguncang emosi bagi yang tidak tahan.

Thursday, 14 May 2015

MERAWAT ATAU BERDANDAN

Thursday, May 14, 2015 0 Comments


Sudah menjadi sifat manusia ingin terlihat indah dan ingin diperhatikan orang lain. Tak heran bila berbagai upaya dilakukan untuk menjadikan tubuh dan wajah semakin indah. Berbagai kosmetik pun semakin banyak macamnya. Dari ujung rambut sampai ujung kaki semua ada. Biaya perawatan mahal ke salon pun rela dikeluarkan oleh beberapa orang demi memuaskan keinginannya.

Friday, 18 July 2014

REZEKI DAN UJIANNYA SEBUAH PERTEMUAN

Friday, July 18, 2014 0 Comments


Pernah mengagumi seseorang? Sekedar kagum atau suka, apalah namanya. entah cantiknya, tampannya, cerdasnya, aktifnya dan nya nya nya yang lainnya. Yang pasti saat kamu bertemu dengannya kamu merasa senang? Apalagi bertemunya diwaktu yang tak terduga. Rasanya itu bertemunya sekilasss, tapi perasaannya berkelasss. Kamu pasti merasa itu adalah sebuah rezeki yang tak terduga, haha... tapi jangan salah, pertemuan itu juga bisa menjadi sebuah ujian. Maka kamu harus pandai-pandai mensiasatinya.
            Mengapa sebagai rezeki? Karena hal itu menyenangkan hati. Hehe.... disaat kamu ingin bertemu dengannya, biasanya nggak bakal ketemu, tapi terkadang sosok itu muncul disaat kamu sedang tidak berharap apa-apa. Nah....rezeki banget kan ya...
            Dan mengapa sebagai ujian? Dalam Islam saja sudah jelas bahwa kita harus menundukkan pandangan terhadap lawan jenis. Ah saya tidak mau membahas hal ini dari sisi agama terlalu jauh, karena masih banyak ustadz dan ustadzah yang lebih mumpuni untuk menjelaskannya. Tapi saya akan membahas ini dari sudut psikologi saja (padahal saya juga bukan psikolog hehe piiiisss...). saya ulangi, mengapa sebuah pertemuan dengan orang yang kamu sukai bisa sebagai ujian? karena pada saat itu kamu sangat dilarang berharap memilikinya, kamu sangat dilarang memikirkan hal-hal yang tidak penting, karena masih banyak yang lebih penting yaitu belajar, pada saat itu kamu sangat dilarang berangan jauh tentangnya, pada saat itu kamu sangat dilarang ke-GR-an dengan sapa manisnya, dan banyak larangan-larangan lagi yang menekan perasaanmu. Pada saat itu kamu cukup membalas sapaannya dengan senyum. Kemudian, LUPAKAN!!!
            Nah, kamu butuh trik untuk mengatasi itu semua. Dan itu perlu dibangun dengan kokoh dari akar-akar pikiran dan perasaanmu. Kamu harus pandai mengendalikan perasaanmu, jangan sampai perasaanmu yang mengendalikanmu. Mungkin kamu perlu menancapkan beberapa hal berikut:
Ini yang paling sedehana:
Ah sudahlah, dia lho biasa aja ketemu aku, masak aku luar biasa...

Atau kamu berhusnudzan terhadapnya:
walah dia lho anak baik, anak rajin, pasti mikir sekolah dan sekolah, sungkan ah.

Atau ini yang sedikit suudzan tapi baik untuk kesehatan, haha:
Dia lho nggak suka tipe anak seperti aku, nggak usah berharap deh ya...

Yang berikut ini juga boleh ditancapkan ke jidad biar nggak kelewat berharap:
Ah dia sudah calonnya orang, percuma berangan-angan.

Masih banyak cara lain untuk menekan perasaanmu, dan mana yang topcer hanya kamu yang lebih tahu.

Thursday, 19 June 2014

NULIS

Thursday, June 19, 2014 0 Comments


Halo para silent reader yang tersesat di blog saya hehe…. (yang menyengaja mampir, saya ucapkan terima kasih saja lah :D )
Kabarnya saya lagi ingin nulis, tapi bingung apa yang mau ditulis, bukan karena nggak punya topic, justru topic lagi buanyak banget sampek padet, akhirnya untuk mengalirkan satu-satu ke blog sederhana ini jadi susah. Haha duh alibi saja ya saya ini….
Ya sudah, saya ingin bahas “nulis” saja. Nulis, iya nulis :3 memang saya bukan penulis, bercita-cita jadi penulis juga nggak pernah. Saya hanya biasa nulis.
Kalau kamu nyaman nulis di buku diary, ya nulislah!
Kalau kamu nyaman nulis di balik buku mata pelajaranmu, ya nulislah!
Kalau kamu hobi nulis di blog, ya nulislah!
Atau bahkan kamu nyaman nulis di tembok kamar, nulislah! Asal bapak kamu tidak marah karena tembok yang dicoret-coret, hehehe….
Tulislah apa yang ingin kamu tulis, dimana saja kamu suka. Hmmmmm…Tunggu tunggu, baca ini “asal tidak melanggar aturan-aturan yaaa….”.
Oh ya, kalau nulis di tempat yang bisa diakses banyak orang, seperti blog, tweeter, facebook, dan media social lainnya, harus lebih berhati-hati. Tips-nya sih gampang, kalau emosi lagi nggak menentu, mending nggak usah nulis di tempat-tempat itu, bahaya, pakek banget. Seperti yang telah saya alami beberapa minggu lalu hihihihi…... Emosi dan perasaan lagi tidak menentu, tapi saya malah nulis di tempat-tempat itu. Ya efeknya jelas  tidak baiklah, pasti isinya juga kadang jadi nggak penting, nggak ada manfaatnya blas. akhirnya saya hapus deh dari permukaan, tapi tetap ada di buku diary.hehe... Semoga tidak terulang lagi deh.  Aamiin…. :)
manfaat nulis itu banyak, kamu bisa merekam kejadian yang ingin kamu kenang. Juga bisa melegakan hati sih menurutku. Terus kalau suatu saat nanti kamu baca kembali, kamu bisa senyum-senyum sendiri. Senyumnya itu karena menertawakan diri-sendiri. Hahaha…  kok bisa-bisanya saya melakukan itu bla bla bla….macem-macem pasti rasanya.
Yuk nulis….

Thursday, 20 February 2014

TRIK MENAKHLUKKAN PENGHUNI DOMPET

Thursday, February 20, 2014 0 Comments


Halo semuanya…
apa kabar teman-teman yang sedang mencari ilmu di perantauan?
dan gimana nih kabar dompet kalian? Hihihi…
hampir 99% teman-teman bahkan yang sudah usia kuliah masih menengadahkan tangan minta jatah ke orang tua, hayooo ngaku saja, nggak usah malu, saya juga begitu lho hiks hiks…. L
meskipun kalian belum mampu mengisi dompet kalian sendiri, yah seenggaknya uang beasiswa dari orangtua nggak dihabis-habisin seenaknya.
Kali ini saya akan membeberkan fakta lengkap dengan buktinya.
Beginilah keadaan dompet di awal minggu atau awal bulan (saat gajian dari orangtua tiba), masih ada berlembar-lembar uang di dompet, nggak tanggung-tanggung, lembarannya pun nominal besar.





 

Tapiiii….menangislah kau saat dompet sudah sepi penghuninya, biasanya ini terjadi karena beberapa factor, yaaa bisa factor waktu (memang sudah waktunya habis), tapi kalau x-faktor yang terjadi ini yang bikin sedih, uang belum buat bayar itu, belum buat beli itu, belum dimasukin itu, tapi kok tahu tahu sudah lenyap.





Mungkin kalian bisa mencoba cara yang biasanya saya pakai agar uang kalian terkontrol sesuai rencana, tidak kabur begitu saja dari dompet kalian.
Caranya, coba bagilah uang kalian, dan jangan lupa dikasih label berdasarkan kebutuhan. Contoh label: uang beli buku, uang nabung, uang bayar kemeja, dan yang kadang-kadang dititipi uang temen jangan lupa untuk memisahkannya, karena kalau kepakek tanpa sadar ya bingung di akhir. Kasih saja label uangnya temen.
 
Setelah itu akan lebih baik jika uang yang sudah dilabeli tersebut terpisah dari uang netral, itu akan lebih sulit membuat uang kabur . selamat mencoba...





Follow Instagramku