Showing posts with label cerita. Show all posts
Showing posts with label cerita. Show all posts

Sunday, 2 June 2019

Mudik Gratis Berkah Bersama Suara Muslim Surabaya

Sunday, June 02, 2019 0 Comments
Sudah hampir 7 tahun saya merantau ke Surabaya. Sejak 2012 untuk kuliah kemudian lanjut bekerja.

Pulang kampung memang tidak hanya saya alami saat moment lebaran, karena jarak kampung halaman yang tidak terlalu jauh dari kota, sekitar 2 jam saja. Minimal sebulan sekali saya pulang ke Lamongan. 

Tetapi pulang kampung saat moment lebaran tetap terasa lebih istimewa dibanding bulan-bulan biasanya. Jalanan lebih rame, ditempuh dengan berpuasa, membawa barang lebih banyak dari biasanya, dan ada rindu yang ditahan-tahan selama ramadan untuk segera berkumpul dengan keluarga besar.

Biasanya saya menggunakan motor pribadi, tetapi tahun ini ada yang berbeda. Karena berbagai pertimbangan, orang tua melarang saya naik motor sendirian. Kok ya kebetulan saya melihat postingan Mudik Berkah Gratis Suara Muslim Surabaya di instagram.
Mudik Berkah Gratis Suara Muslim Surabaya
Allah itu memang Maha Baik. Dimana ada masalah, disitu ada solusi 😍

Akhirnya saya mendaftarkan diri dan ibu saya ke Studio Suara Muslim Surabaya dengan membawa KTP dan fotokopi KK. Kebetulan Ramadan ini ibuk menemani saya di kosan 😅

Yuuuk Cuss Pulang Kampung
Sabtu pagi (1/6) sekitar pukul 05.30 WIB saya bersiap berangkat menuju lapangan dekat studio Radio Suara Muslim Surabaya.

Udara pagi masih sangat segar. Jalanan masih sepi. Hati berbunga-bunga karena akan segera jumpa kampung halaman.

Lapangan tempat berkumpul sudah ramai dengan orang-orang berwajah perindu kampung halaman. Ada yang duduk di kursi plastik, ada yang berdiri, ada yang bergerombol, ada pula yang sendiri (jomblo kali ya, kasihan)  😂
Wajah Perindu Kampung Halaman
Program ini merupakan kerjasama Dishub Provinsi Jatim dengan Suara Muslim Surabaya. Didukung juga oleh beberapa sponsor, diantaranya YDSF, masjid Al-Falah, Ternaknesia, Lapis Kukus Pakde Bude, Teras Digital Cafe, Griya Alquran, Rabbani, Pegadaian Syariah, Nestle, dan Tea Gerden View.

Pesan untuk Pemudik
Sebelum berangkat, ada sedikit acara. Seperti bagi-bagi doorprize dan sambutan dari Pak Fajar, Sekretaris Yayasan Suara Muslim Wakaf Griya Alquran, dan doa yang dipimpin Ustad Mudzofar Jufri, Dewan Syariah Yayasan Wakaf Griya Alquran.

Ada pesan indah untuk para pemudik (saya lupa ini yang ngomong Pak Fajar atau Ustad Mudzodar Jufri ya, hahaha monmaap daya ingat penulis lemah) 😅

Kurang lebih begini:
Selama perjalanan jangan lupa selalu berdoa. Karena doanya musafir itu mustajabah.

Kalau pulang kampung harus bersyukur dan bahagia.

Kemudian.....
Sayup-sayup saya mendengarnya(padahal mah emang nggak fokus), jadi itu saja yang saya tangkap 😅😅😅

Ada 15 bis dengan tujuan berbagai kota di Jawa Timur. Saya sendiri naik bis H dengan tujuan Tuban. Tetapi saya turun di kecamatan Pucuk-Lamongan.

Busnya nyaman banget. Kita tidak perlu rebutan tempat duduk. Karena masing-masing sudah pegang tiket disertai nomor kursinya. Ditambah lagi penumpang bus khususnya bus saya tidak banyak. Hmmm longgar sekali. Perjalanan Surabaya-Lamongan cuma 1 jam, Gaes. Busnya kenceng tapi nggak berasa. Lembut jalannya. Pakai lotion apa ya (Ini ngomongin apa sih)  😆

Tiket Mudik
Enaknya lagi, musik yang disetel adalah musik religi, Nissa Sabyan. Coba kalau naik bus umum, bisa dipastikan musiknya adalah dangdut dengan penyanyi yang pakai baju kurang bahan. Hmmm... Awalnya yang disetel emang lagu dangdut sih, Via Vallen. Aku udah mbatin, "Lhaaa kok lagunya gitu siiiiih". Dalam hati udah nyinyir abiss... Tapi nggak lama terus diganti lagunya Nissa Sabyan. Wkwk... Panitianya mungkin yang ganti. Hebat banget, bisa dengar suara batinku ya 😅

Dapat bingkisan juga dari Dishub Jatim. Terima kasih yaa Mak Khofifah dan Pak Emil Dardak.

Bingkisan Mudik Gratis Dishub Jatim

Manfaat Program Mudik Gratis
Saya acungi jempol buat para lembaga maupun instansi yang mengadakan program mudik gratis. Sungguh mulia anda-anda semua. Semoga dapat berkah.

Dengan program ini, bisa membantu para pemudik untuk hemat biaya. Seperti kemarin, ada ibu-ibu yang ditanyain host Suara Muslim mengapa ikut mudik gratis, katanya untuk menghemat biaya. Karena kebutuhan lainnya masih banyak. Seperti biaya sekolah anaknya. Huhu aku terharu 😢

Dan juga mengurangi kepadatan pengendara motor di jalanan. Karena memang beresiko tinggi. Apalagi keluarga yang goncengannya overload. Anak sudah tumpuk-tumpuk, ditambah barang pula.

Besok kalau mau balik ke Surabaya ada Bus Arus Balik Gratis lagi nggak ya? 😆 #TUMAN

Pulang Kampung Sesungguhnya
Berbagai perbekalan dibawa para pemudik. Tidak sedikit pula yang membawanya untuk orang-orang di kampung halaman agar mereka bahagia.

Hmmm...

Apa kabar perbekalan untuk pulang ke 'kampung akhirat'?

Kita semua ini milik Allah. Dilepas Allah ke dunia untuk beribadah. Pada masanya nanti akan kembali ke Allah lagi. Orang yang berhasil mengumpulkan perbekalan di dunia dengan amal kebaikan, pasti kembali dengan wajah berseri-seri dan bahagia. Meninggal dunia bukan merupakan musibah. Tetapi kebahagiaan akan bertemu dengan Allah SWT.

Namun bagi orang-orang yang gagal fokus dalam hidupnya, bukannya mengumpulkan amal kebaikan, malah sibuk mengumpulkan maksiat. Maka pulang ke kampung akhirat menjadi musibah baginya. Siksa kubur menanti. Api neraka menyala-nyala siap menyiksa. Menyesal dirinya. Ingin kembali ke dunia untuk melakukan amalan kebaikan.

Sebelum menyesal, sebelum pulang kampung ke akhirat, mari fokus mencari perbekalan untuk pulang ke kampung akhirat. Ada 'kampung surga' dan 'kampung neraka'. Mau pilih mana?

Selamat Idul Fitri.
Taqobballahu minna wa minkum...

Saturday, 1 June 2019

Serunya Acara Wardah Ramadan Soiree Surabaya

Saturday, June 01, 2019 3 Comments

Wardah Ramadan Soiree Surabaya
Beberapa waktu lalu (30/5/2019) saya berkesempatan mengikuti acara Wardah Ramadan Soiree Surabaya. Sebelumnya wardah mengadakan challenge di instagram untuk posting foto bersama produk wardah dengan tema caption #SelaluBersyukur. Peserta challenge yang beruntung akan diundang ke acara tersebut. Alhamdulillah saya termasuk yang beruntung.

Mengapa saya antusias mengikuti event wardah? 
Saya ini memang antusias banget dengan challenge-challenge yang diadain wardah. Tidak sekedar memburu hadiahnya, tetapi memang saya cinta banget dengan produk ini. Semacam sudah menjadi brand ambasador tanpa dibayar. Wkwk

Jadi ini postingan di instagram yang saya ikutkan challenge:




Tidak berharap banyak, karena sudah sering gagal di challenge-challenge sebelumnya. Pokoknya ikut aja coba-coba berhadiah. Menang alhamdulillah, nggak menang ya nggak apa-apa. Dan kebetulan nilai yang sedang dikampanyekan wardah oke juga. Dan saya setujuuuu banget. #SelaluBersyukur. Dalam ajaran Islam pun ini juga sangat ditekankan. Jadi saya semangat untuk ikut menyemarakkan #SelaluBersyukur.

Eh ternyata nyantol. Alhamdulillah...

Berlangsungnya Acara Wardah Ramadan Soiree Surabaya


Wardah Ramadan Soiree Surabaya

Wardah Ramadan Soiree digelar di tujuh kota, yaitu Jakarta, Bandung, Jogja, Medan, Makasar, Palembang, dan yang terakhir di Surabaya pada hari Kamis, 30 Mei 2019.

Acara berlangsung di Artap Cafe & Art Galery. Cafenya keren. Nuansanya hangat dan sejuk. Letaknya tidak jauh dari kampus Unair C.

Acara semakin meriah dengan dihadiri bintang tamu cantik, seorang spoke personnya wardah, Mbak Mega Iskanti dari Bandung. Haduuuh....mbaknya cantik abis. Penampilannya simple, tapi elegan. Wardah banget pokoknya.
Berfoto dengan Mbak Mega Iskanti
Selain itu juga dihadiri para beauty influencer Kota Surabaya. Mereka cantik-cantik dan berprestasi. Seperti mbak Rana, berderet-deret prestasinya. Dia adalah Cak & Ning Surabaya 2019, Duta FEB unair 2016, Wisudawan terbaik unair 2019, duta lingkungan unair 2016, Beswan Djarum 33. Wooow...

Memang wardah itu mendapuk perempuan-perempuan berbakat sebagai brand ambasador maupun spoke personnya, tidak hanya sekedar cantik fisik saja. Makanya aku suka banget dengan brand ini, tidak hanya produknya, tetapi juga nilai-nilainya. (hmmm kemakan iklan wkwk).

Dalam acara tersebut ada beauty class, peserta diajarin make up dengan look yang cocok untuk Ramadan. Produk yang dipakai adalah:
- Wardah Everyday BB Cream
- BB Cake Powder
- Cheek and Liptint no. 3 untuk blush-on nya
- Eye shadow seri G dan I
- Eye Liner
- Maskara
- Lipcream No. 3 dan 15

Seluruh peserta dibagi menjadi 11 kelompok. Masing-masing diberi satu pendamping para influencer, termasuk mbak Mega Iskanti. Saya berada di kelompok dua bersama mbak Grensy, dan didampingi oleh mbak Rana.

Mbak Rana gemes banget sama saya yang kurang berani mengoleskan make-up. BB cream kuoles tipis, lipstick tipis, eyeliner tipis, dan nggak mau pakek pensil alis. Wkwk... Maap ye mbak, jadi nggak ada harapan menang. Haha

Iya, jadi nanti penilaiannya itu tiap kelompok, bukan individu. Kelompok yang hasil Makeup-nya sesuai dengan contoh Ramadan Look akan mendapatkan hampers cantik dari wardah.

Dan beneran deh, nggak menang. Hehe nggak apa-apa yaa...

Ada challenge juga untuk posting story di instagram sebanyak-banyaknya saat acara. Story yang paling masiv bakalan dapat hadiah. Makanya saat itu story instagram saya buwanyak. Sampai kayak jahitan. Hehe maap ya followerku.

Pemenang challenge story ternyata mbak Grensy, temen sekelompok makeup ku. Dia berhasil posting story sebanyak 21 story. Maasyaallah unlimited kuota dia. Hahaha...

Dan masih banyak keseruan lainnya.

Setelah buka bersama, Mbak Mega Iskanti sharing tentang #SelaluBersyukur. Hmmm ini saya nggak nyimak banyak sih, soalnya saya tinggal sholat maghrib. Yang berhasil saya tangkap dan ingat, mbak Mega bilang, kurang lebih begini, bahwa apapun yang terjadi dalam hidup kita itu harus disyukuri. Kalau kita melihat postingan kebahagiaan orang lain di instagram, jangan sampai kita iri. Tiap-tiap orang punya masalah. Hanya saja yang diposting cuma kebahagiaan. Seolah-olah hidup orang lain itu tanpa masalah. Dan kenapa kita mendapat musibah/ujian? Yaa itu karena kita kuat. Dan disyukuri saja pasti nanti ada jalan keluarnya.

Seingatku begitu isinya. Hehe...

Bingkisan Cantik dari Wardah
Pulang pulang semua peserta dapat bingkisan cantik. Alhamdulillah banget. Isinya juga lumayan.
Bingkisan cantik dari Wardah

Produk Wardah
Terima kasih wardah. Mau lagi deh diundang ke acaranya. Hehehehe...

Saturday, 25 May 2019

Palestina Pasti Akan Menang, Pertanyaannya: Dimana peran kita?

Saturday, May 25, 2019 2 Comments

Saya bukan ahli sejarah. Bukan juga jurnalis. Eh tapitapi, di zaman digital gini semua bisa jadi 'jurnalis' loh. Tinggal nulis sendiri, terus dipost di media sosialnya sendiri. Nyebar deh. Asal yang ditulis itu kebenaran ya.

Di postingan kali ini saya mau jadi bagian orang-orang yang me-up-kan kabar tentang Palestina. Karena kabar tentang Palestina tidak disiarkan di media besar di tipi-tipi. Kamu tungguin aja tuh layar tipi, apalagi channel 'metromini',  dari pagi sampek malam nggak akan ada yang nayangin kabar Palestina.  Dan dunia memang tidak ingin mengangkat issue Palestina. Kan saya jadi ikut sedih. Padahal ini issue penting banget.

Nah, minggu lalu (19/5/2019) adalah kedua kalinya saya ikut kajian tentang Palestina yang diadakan komunitas Main ke Masjid. Kajian Minggu lalu bertajuk "The Real Spirit  of Youth" di Masjid Al-Falah Surabaya.  Kajian Palestina yang pertama bertajuk "Freedom of Al-Aqso" pada 12 April 2019 di Masjid Ulul Azmi Kampus Unair.

Kedua kajian tersebut disampaikan oleh ustad Muhammad Husein (nama akun instagramnya @muhammadhusein_gaza). Pantengin saja akun instagramnya, semua postingannya tentang Palestina. Dan berterima kasihlah pada beliau, berkat beliau kita bisa tahu kabar Palestina. Ustad Husein Gaza ini adalah jurnalis lepas asal Indonesia, yang telah tinggal di Gaza sejak tahun 2011-2018. Beliau disana menempuh pendidikan di Fakultas Syariah Universitas Gaza. Dan akhirnya mendapat jodoh perempuan Gaza, maasyaallah.

Oh ya, mengapa saya ikut kajian lagi? Bukannya akan sama saja bahasannya? Iya sama. Tapi saya meyakini, pasti ada yang baru. Dan benar sekali, ada hal-hal yang tidak disampaikan di kajian sebelumnya, lalu saya baru ngeh saat kajian kedua. Intinya, jangan menyepelehkan sebuah tema kajian yang kesannya "hallaaah sudah pernah", karena kalaupun memang sudah pernah, tak ada salahnya sama sekali mendengar ilmu berkali-kali. Dan pertanyaan besarnya, "Apakah sudah diamalkan ilmunya?".

Oke, Kita Langsung ke Isi Kajian Palestina

Tidak akan terjadi hari kiamat sebelum Bumi Palestin merdeka, seperti hadis Rasulullah berikut:

"Belum akan tiba kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan Yahudi. Kaum Muslimin membunuh mereka dan mereka bersembunyi di balik batu dan pohon. Lalu batu dan pohon berkata, Wahai Muslim, wahai 'Abdullah, ini ada Yahudi di belakang saya, mari bunuhlah ia" (HR. Ahmad dalam Musnadnya) 

Mau tidak mau, terpaksa atau tidak terpaksa, Bumi Palestina pasti merdeka. Pertanyaannya, dimana peran kita? Bahkan, membantu Palestina saya rasa tidak disyaratkan harus beragama Islam, syaratnya hanyalah manusia. Karena penindasan yang dilakukan Yahudi kepada warga Palestina sungguh tidak berkeprimanusiaan.

Kita manusia, kan? Dimana hati kita tatkala melihat saudara kita disana sangat menderita dan kita tenang-tenang saja? Harusnya kita sudah di fase kemarahan. Jika sesuatu yang kita sayang dikoyak, diganggu, direnggut oleh orang lain harusnya kita marah kan? Atau jangan-jangan kita tidak sayang? Atau jangan-jangan kita tidak kenal Palestina?

Kalau Begitu, Mari Berkenalan dengan Palestina

Kalau ada Negara-negara dengan julukan negeri kincir angin, negeri kangguru, negeri sakura, negeri pamansam, kalian tahu nggak julukan untuk Palestina? Palestina itu Bumi Para Nabi. Para Nabi, Rekkk... Nabi!!! Masyaallah.

"Apa hebatnya Kangguru? Sakura? Kincir Angin? Dibandingkan Nabi!" Begitu kata Ustad Husein Gaza, pemateri kajian.

Kembali ke Palestina...

Mengapa Palestina disebut Negeri Para Nabi? Karena banyak Nabi-Nabi kita yang telah meninggalkan jejak sejarah disana. Ada yang lahir disana. Ada yang tumbuh disana. Ada yang pindah disana, dan ada yang cuma mampir disana. Seperti Nabi Muhammad dalam peristiwa Isra' Mi'raj. Sebelum naik ke langit ke tujuh, Nabi Muhammad dimampirkan dulu oleh Allah ke Baitul Maqdis (Palestina) dari Masjidil Haram.

Dari masjidil haram ke baitul maqdis, Nabi SAW naik buroq yang kemudian buroqnya diparkir atau diikatkan di suatu tembok. Oleh orang Yahudi, tembok itu disebut tembok ratapan. Kalau kita Umat Islam, nyebutnya tembok buroq ya.

Lalu Nabi Muhammad naik ke langit ke tujuh menggunakan batu. Dan batu tersebut sampai saat ini masih ada di dalam kubah. Oleh karena itu, masjidnya disebut Masjidul Syakhrah atau Dome of The Rock.
Dome of The Rock
Sumber gambar : instagram @masjid_al_aqsa

Selain sebagai Negeri Para Nabi, Palestina mempunyai keistimewaan bagi umat Islam. Mengapa? 

Pertama, Palestina merupakan situs Masjid Al-Aqso yang merupakan kiblat pertama umat Nabi Muhammad SAW. Yaitu Masjid qibli, yang saya lingkari warna hijau.
Masjidil Aqso
Sumber gambar : instagram @masjid_al_aqsa
Mungkin kalian bertanya-tanya, lalu mana yang disebut masjidil aqsa? Masjidil aqsa itu sebuah komplek seluas 144.000 meter (saya lingkari warna merah). Dan di dalamnya ada beberapa masjid.

Kedua, masjid Al-Aqso merupakan masjid ketiga yang mendapat tempat terhormat setelah masjidil haram dan masjid Nabawi. Sholat di masjid Al-Aqso sama dengan sholat 500 kali di masjid biasa.

Ketiga, Palestina adalah bumi yang diberkahi Allah. (Lihat surat Al-Isra':1, Al-Anbiya:70,80, dan As-Saba':18)

Sebenarnya masih banyak lagi keistimewaannya, baca disini saja ya teman-teman hehehe 😅 Keistimewaan Palestina

Tidak inginkah kita kesana? Saya sih, ingin benget-nget-nget. Semoga bisa segera haji/umroh, terus mampir deh kesana. Aamiin... Kalau kata Ustad Heru Kusumahadi saat Kajian Palestina yang pertama, "Azzamkan dalam hidup kita untuk mengunjungi tiga tempat. Yaitu: Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqso)".

Makanya, jangan sampai masjidil Aqso ini lepas ke tangan Yahudi, Gengs. Jangan sampai!

Bagaimana Cara Memasuki Palestina dan Jalur Gaza? 

Kalian nggak perlu khawatir kalau mau mengunjungi baitul maqdis. Karena Baitul Maqdis letaknya di tepi barat Palestina. Begitu kata Ustad Husein Gaza. Banyak kok turis-turis yang melancong kesana. Memang disana ada tentara Israel, tapi mereka hanya berjaga. Tidak seberingas di jalur gaza.

Sedangkan yang di jalur gaza ini diblokade. Semua akses ditutup. Tidak sembarangan orang bisa masuk.  Untuk teman-teman Indonesia yang ingin masuk jalur gaza, harus mendapat izin Kedutaan Indonesia untuk Mesir. Kemudian kalau syaratnya terpenuhi, kalian naik pesawat dan mendarat di Mesir. Baru kemudian lewat jalur darat selama 8 jam sampai perbatasan Rafat.

Di Gaza ini wilayahnya hampir sudah tidak layak untuk ditinggali. Listrik disana hanya nyala 2 jam perhari. Air sudah 98% tidak layak pakai. Sedih banget dengernya. Menurut PBB, tahun 2020 diprediksi Wilayah Gaza sudah tidak layak huni. Tahun depan dong 😩 Astaghfirullah.

Bagaimana cara kita membantu Palestina?

Pasti kalian gemes banget ya lihat tentara Israel mendzalimi warga Gaza. Tapi sayangnya, kita bisa apaaaa? 😢

Tenang, menurut Ustad Husein Gaza, teman-teman yang ingin membantu Palestina cukup dengan 3 hal:
1. Berdoa
2. Informasi
Mencari tahu kabar Palestina dan menyebarkannya. Contohnya, kepoin saja akun ustad @muhammadhusein_gaza, lalu repost, biar dunia tidak lupa dengan Palestina. Kalian tahu? Peta Palestina ini hampir hilang dan berganti Israel. 😣
3. Donasi.

Cukup mudah kan? Nggak perlu lah kalian kesana. Karena pasti berat. Pertama dana, kedua kemampuan. Kalau sudah disana, terus kalian mau apa? Plonga-plongo gitu? Persiapannya harus benar-benar matang. Terutama bahasa.

Ustad Husein Gaza ini menyiapkan dirinya sejak kecil untuk bisa pergi kesana. Ceritanya waktu ustad Husen Gaza masih SMP (semoga nggak salah ingat. Kemarin ustadnya cerita waktu kajian), ada syeikh dari Palestina yang berkunjung ke sekolahannya. Sejak saat itu, Ustad Husein kecil bertekad harus bisa kesana dan selalu berdoa, "Ya Allah, jika saya pantas untuk pergi ke Gaza dan menolong mereka. Maka pilihlah aku dan izinkan aku kesana". Dan mulai belajar bahasa arab, kitab kuning, dan kemampuan lainnya.

Btw, aku umur segitu mikir apa ya? Hehe

Kemudian taqdir berkata, ketika Ustad Husein Gaza berusia 21 tahun, ada suatu event atau apa gitu ya, yang memilih pemuda  indonesia untuk disekolahkan (atau jadi relawan gitu ya) ke Gaza. Singkat cerita, ustad Husein Gaza terpilih.

*ustad, kalau sempet baca blog ini, mohon ceritanya diluruskan. Wkwk karena sudah agak-agak lupa dan baru menulisnya hehehehe

Semoga kita menjadi orang yang termasuk sebagai pembebas Al-Aqso. Al-Aqso pasti bebas, Palestina pasti merdeka kok, tapi pertanyaannya, adakah peran kita disana?

Mari segera doakan, bantu lewat informasi, dan ayo berdonasi untuk Palestina.

Banyak channel-channel yang bisa kita percaya untuk menyalurkan bantuan kita kesana.

Ini salah satunya
Sumber gambar : instagram @mainkemasjid
Dan ini adalah dokumentasi penyaluran donasi yang telah dikumpulkan saat kajian Palestina yang pertama di kampus Unair,  lihat, ada logo Main ke Masjid disana:

Sumber gambar : instagram @mainkemasjid

Akhit kata, sekian dari saya. Semoga secuil informasi ini bisa memantik jiwa kita untuk tergerak menjadi pembebas Al-Aqsa. Bagi jomblowati fi sabilillah, postingan ini bisa menjadi penambah kriteria calon suami idaman, yaitu bapak-bapak yang bertekad bersama kita kelak untuk melahirkan generasi pembebas Al-Aqsa. Aamiin hahaha (eh kok ketawa). Aamiin...

Kaliam tahu tidak? Warga Palestina itu sangat berharap pada Indonesia yang akan menjadi pembebas Al-Aqsa. Karena, dari sebuah hadits, diriwayatkan bahwa yang akan menjadi pembebas Al-Aqsa adalah negeri dari timur. Coba kalian cari referensinya. Berdasarkan penafsiran seorang ulama, negeri dari timur itulah Indonesia. Semoga :)


Thursday, 16 May 2019

Hukum Belajar Bahasa Asing dari Film Barat

Thursday, May 16, 2019 0 Comments

Judul postingannya lumayan serem ya, "hukum". hehehe....

Saya menyadari tidak berkapasitas membahas hukum layaknya seorang ustadz ustadzah. Tapi saya akan bercerita tentang judul di atas setelah saya mengikuti kajian beberapa waktu lalu.

Pada hari Jumat minggu lalu (10/5/2019), saya mengikuti kajian yang diadakan komunitas Main ke Masjid di Masjid Al-Madani, Florence City, Pakuwon, Surabaya. Seperti biasa, ditemani Mbak Nailis juga. Kita tertarik ikut karena pematerinya adalah ustad favorit kita berdua, hehehe... yaitu ustad Heru Kusumahadi. Dan kebetulan juga jadwal khotib taraweh waktu itu adalah Ustad dari Palestina yang sedang safari dakwah di Indonesia.

Kita datangnya telat banget, jam 16.30 baru sampai sana, karena memang baru pulang kerja. Padahal acaranya mulai pukul 15.30. Tapi tidak apa-apa, lebih baik telat daripada tidak sama sekali. Dan yang penting belum telat pembagian kupon berbuka wkwkwk....

Judul kajiannya sih "Menang Banyak". Posternya lucu, begini penampakannya:
Sumber : instagram @mainkemasjid

Dan captionnya menarik:
"Kalo denger kata "menang banyak" kira-kira apa yang ada di pikiran kalian?
.
Dapet hadiah Umroh gratis pas buka bungkus chiki?
.
Atau tiba-tiba pas habis diputusin sama doi, ehh nggak lama setelah kita mantepin hati buat hijrah, malah ada yang nerima cv ta'aruf kita?
.
Biasanya kalo menang banyak tuh rasanya pasti seneng banget, berbunga-bunga sampe kebawa-bawa mimpi gitu kan..
.
Trs pada mau nggak kalo bisa menang banyak tiap hari? Apalagi pas bulan Ramadhan gini tuh Allah suka banget bagi-bagi ke hamba-Nya.
.
Mau kan.. Mau kan..
Yukk langsung aja pada dateng ke Kajian Arek Hijrah"

Menarik banget kan?

Tapi sewaktu saya nyampek jam 16.30 itu, Ustad Heru sedang membahas, hmmmm...., membahas apa ya, sudah lupa saya hahahaha. 

Oh ya, membahas tentang jin yang selalu mengganggu kita, contohnya saat sholat. Sering banget kan sholat kita tidak khusyuk? Itu karena gangguan jin Khanzab namanya.

Ini deh saya kasih rangkuman kajiannya. Saya ambilkan dari instagram @mainkemasjid

Suasana Kajian di ruang ikhwan
Sumber : instagram @mainkemasjid


"Do’a Rasulullah yang di sunahkan dibaca saat awal tahun hijriah memiliki kandungan :
1. Ketenangan (Ketika bulan Ramadhan tiba, ada juga orang yang merasa tidak tenang karena mereka tidak memiliki kebiasaan kebaikan di luar bulan Ramadhan).
2. Iman (Ketika bicara iman, gunakanlah mata batin kita, bukan panca indra kita karena konsep iman itu meyakini yang gaib).
.
Huruf “Ya” di awal ayat 2:183 mengandung arti Panggilan yang sifatnya umum tanpa memandang jenis kelamin, beriman atau tidak untuk memeriahkan bulan Ramadhan. .
Yang didapatkan ketika bulan Ramadhan : 
1. Kenikmatan ketika berbuka 
2. Kenikmatan ketika bertemu dengan Allah.
Sesungguhnya waktu sahur ada keberkahannya karena di sahur letaknya di waktu subuh. .
Ketika bulan Ramadhan, do’a kita mustajabah yang diwakili oleh: 
1. Tempat mustajabah (tanah suci)
2. Waktu (Diantara adzan dan iqomah, sepertiga malam, saat hujan)
3. Sosok (orang berpuasa sampai bebuka, imam adil, orang terdzolimi, saat berbuka)
.
Saat bebuka, ada 2 setan (dazim – pengganggu makanan- dan komzam –pengganggu ibadah-) yang bekerja sama untuk mengganggu kita agar tak berdo’a. Khusyuk itu bukan fokus, tapi merendahkan diri kita dihadapan Allah.
.
Konsep ibadah adalah islam adalah tauhid, fiqih, hikmah. Jika seseorang sudah memahami sebuah hikmah, maka dia sudah memperoleh kebaikan dari Allah.
.
Menurut Rosulullah, do’a iftitah itu ada 12 versi. Dan jika kita sudah sering menggunakannya, esensi memahami kita akan berkurang. .
Kita dibulan Ramadhan dimunculkan kesempatan untuk menjadi umat Rosulullah yang benar – benar murni. Jadi, bulan Ramadhan banyak kebaikan yang sangat detail meskipun kecil tapi besar keuntungannya."

Dan hasil kajian yang paling berkesan bagi saya adalah saat sesi tanya jawab, ada jamaah  yang mengajukan pertanyaan:

"Ustad, saya suka menonton film barat. Karena dari film tersebut saya bisa belajar bahasa asing. Tapi film barat sering ada adegan dan gambar-gambar yang nggak patut ditonton. Gimana ya, Ustad?"

Jawaban Ustad Heru:
"Lebih utama menghindari kemudhorotan daripada mengambil manfaat"

دَرْءُ الْمَفَاسِدِ أَوْلَى مِنْ جَلْبِ الْمَصَالِحِ
"Menghilangkan kemudharatan itu lebih didahulukan daripada mengambil sebuah kemaslahatan."

Maksud dari kaidah ini adalah kalau berbenturan antara menghilangkan sebuah kemudharatan dengan sesuatu yang membawa kemaslahatan maka didahulukan menghilangkan kemudharatan. Kecuali kalau madharat itu lebih kecil dibandingkan dengan maslahat yang akan ditimbulkan.

"Oooooh.....begitu ya", saya manggut-manggut menyimak.

Kemudian Ustad Heru bercerita pernah diundang ceramah untuk mbak mbak PSK di Dolly Surabaya.

"Ustad, nanti mbak-mbaknya pakai jilbab. Tapi bawahnya masih pakai baju dinas", Ustad Heru menirukan perkataan panitia acara.

Kalian paham kan maksudnya 'baju dinas'? yaaa bajunya mbak-mbak PSK gitu, yang bahannya minimalis, kelihatan auratnya.

"Loh, waduh! gimana nih", Kata Ustad Heru.

Singkat cerita, Ustad Heru memohon maaf dan membatalkan agendanya tersebut. Karena Ustad Heru memilih menghindari kemudhorotan (melihat aurat mbak-mbak PSK) daripada mengambil manfaat (Memberi ceramah). Lalu menyerahkan tugas ceramah tersebut pada orang yang lebih mampu saja.

Dari situ saya kepikiran saja sama kelakuan saya sehari-hari. Rasa-rasanya justru (secara tidak sadar) lebih sering kena mudhorot tanpa memikirkan manfaat. Contohnya, saya dulu suka nonton drama korea. Alih alih niatan kuat untuk belajar bahasanya, saya justru menikmati alur ceritanya. Sampai melow-melow nangis. hmmmm....sudah gak dapat manfaat, dapat mudharat pula. hohoho....

Yaaa 'bermanfaat' sih. Hiburan. Mengisi waktu. Tapi sesungguhnya, seperti kata Ustad Fauzil Adhim dalam salah satu bukunya, "Tak setiap yang menyenangkan dapat menghibur hati. Juga, tidak setiap yang menghibur dapat menyegarkan jiwa."

Semoga kita selalu bisa memilih jalan yang benar. Jalan yang diridloiNya. Aamiin.

Ohyaaa...saking berkesannya saya dengan nasihat ustad Heru tadi, saya bercerita pada Mbak Nailis yang sebenarnya ikut mendengarkan juga. wkwk...begitulah, kayak orang berdua nonton film bersama tapi masih saling cerita.

"Mbak, isi kajian tadi yang paling tak catet adalah lebih baik menghindari kemudharatan daripada mengambil manfaat", ucapku pada Mbak Nailis dengan girang.

"Iya, Mbak. Kan Ustdad Mahfud udah pernah bilang gitu", katanya.

"oooh... iya ta? kok aku nggak ingat? aku pas nggak masuk ngaji paling ya", hehehe jawabku nyengir.

Kemudian kita tarawih berjamaah.

Wassalam....

Wednesday, 15 May 2019

TEMAN DUNIA AKHIRAT

Wednesday, May 15, 2019 0 Comments


Memang benar, ada yang berkata jika kita berteman dengan penjual parfum, ya kita akan ikut-ikutan wangi, siapa dan dimana lingkungan kita akan sangat mempengaruhi kehidupan kita. Benar juga apa kata mas Opick, tombo ati yang ketiga yaitu berkumpul dengan orang-orang sholeh. Kalau teman kita sholeh, pasti kita akan digiring ke tempat-tempat yang baik, untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan yang baik pula. Memang berteman itu tidak boleh pilih-pilih, tapi seringnya berinteraksi dengan siapa itu yang kita harus pilih. Lalu teman yang belum baik gimana, kak? Kalau dibiarkan ditinggal dia akan sulit menjadi orang baik dong. Kita tidak boleh seperti itu juga, pelan-pelan kita dekati mereka yang belum baik. Kita juga harus hati-hati, jangan sampai kita terbawa arus dengan mereka ke arah yang buruk juga. Iman kita harus kuat saat mendekati mereka. (saya ngomong seperti ini belum berarti saya sudah menjadi orang yang baik banget lho, saya masih belajar untuk menjadi pribadi yang baik lagi). Semoga Allah senantiasa menuntun kita ke jalan yang benar, yang diridhoiNya. Aamiin...

Tuesday, 4 September 2018

Jawaban yang Melegakan

Tuesday, September 04, 2018 0 Comments


Ada hal yang meresahkan
Berisik dalam dada
Bergemuruh dalam pikiran
Lalu ku menangis di atas sajadah
Mau berdoa. Berdoa pun binung mau minta apa
Akhirnya aku hanya memohon ampun segala dosa
Dilapangkan hati untuk menerima segala ketentuanNya
Esok harinya, aku mendapat jawaban segala doa
Meskipun bukan jawaban yang kuharapkan
Tapi nyatanya cukup melegakan
Alhamdulillah ‘ala kulli hal

Sunday, 29 January 2017

Jangan Menjadi Lelaki Sholehah

Sunday, January 29, 2017 0 Comments


Kajian Pencerah Oleh Ustad Bachtiar Nasur


Bismillaahirrahmaanirrahiim…
Assalamu’alaykum, teman-teman…
Alhamdulillah, kemarin Sabtu (28/1) saya berkesempatan mengikuti Kajian Pencerah yang rutin diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya setiap sebulan sekali. Sebelumnya saya khawatir tidak bisa ikut, karena acara IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) yang diagendakan Jumat (27/1) ba’da maghrib hingga Sabtu (28/) siang. Aatas rahmat Allah agenda IMM bisa  selesai sampai Sabtu subuh saja (ya, artinya kami begadang semalaman. Saya ‘nyuri’ waktu tidur dikit sih, hehehe kalau si ketum dan teman-teman nggak tidur sama sekali). Saya akan menyampaikan isi kajian yang saya ikuti kemarin (28/1) di halaman kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya. Pengisinya top markotop, Ustad Bachtiar Nasir, beliau adalah Ketua GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa) MUI dan juga bagian dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, lebih tepatnya Majlis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Masyaallah….orang yang very very very very very hebat. Dan dalam kajian ini akan dilaunchingkan Roti Maida, produk asli persyarikatan Muhammadiyah.

Follow Instagramku