Interaksi
antar manusia memerlukan simbol. Simbol merupakan hasilkesepakatan orang-orang
yang terlibat dalam interaksi itu. Supaya aman di jalan, pengendara memerlukan
simbol. Supaya tampil modern, orang pakai dasi, dan supaya elegan, orang
memakai jam tangana yang harganya sangat mahal. Supaya tampak alim,para santri
pakai jubah dan kopyah atau bahkan sroban. Simbol-simbol itu penting untuk
memudahkan orang berkomunikasi. Orang akan mngenal sesuatu melalui simbol.
Sesuatu yang sangat dekat dengan
manusia di dunia ini adalah kematian. Karena sudah pasti akan menghampiri
setiap manusia. Tinggal menunggu saja kapan datangnya. Mau kabur karena belum
siap? Jangan harap, karena itu tidak akan bisa. Kematian adalah takdir Allah yang
tidak bisa diubah.
Teringat ceramah setelah subuh dalam
bulan Ramadhan kemarin. Sang penceramah berkata bahwa, seseorang akan meninggal di atas kebiasaan amalnya. Mendengar
sebaris kalimat itu, cukup membuat diri ini takut. Sudahkah amalan-amalan saya
diridloiNya? Bagaimana bila saya meninggal di tengah perbuatan yang sia-sia?
Na’udzubillah...Kita sering kali memikirkan bagaimana hidup enak, tapi
melupakan bagaimana agar mati enak.
Bapak dan
kopi adalah dua hal yang sulit untuk dipisahkan. Setiap hari dan setiap saat
secangkir kopi selalu menghiasi meja kerjanya. Dulu ketika aku masih kecil,
sering kali incip-incip kopi milik bapak. Tentu saja tanpa sepengetahuannya.
Ingin tahu rasanya. Setelah tahu, ingin mencoba lagi. Setelah mencoba lagi, aku
jadi suka kopi. Manis-manis pahit, pahit-pahit manis. Enak.
Sudah
menjadi sifat manusia ingin terlihat indah dan ingin diperhatikan orang lain.
Tak heran bila berbagai upaya dilakukan untuk menjadikan tubuh dan wajah
semakin indah. Berbagai kosmetik pun semakin banyak macamnya. Dari ujung rambut
sampai ujung kaki semua ada. Biaya perawatan mahal ke salon pun rela
dikeluarkan oleh beberapa orang demi memuaskan keinginannya.
One Day One Juz atau yang lebih sering
dikenal dengan sebutan ODOJ merupakan gerakan mengaji satu juz dalam sehari.
Menurut saya gerakan ini bagus sekali. Saya tidak tahu sih darimana dan siapa
penggagas gerakan ini. Awalnya saya diajak oleh teman-teman UKKI (Unit Kegiatan
Kerohanian Islam)kampus saya. Saya masuk dalam kelompok dan mendapat bagian
satu juz untuk diselesaikan dalam sehari. Satu, dua, tiga hari saya mempu
menyelesaikannya,tetapi tidak bisa bertahan lama karena beberapa faktor hehe,
seperti kesibukan dunia saya (astaghfirullah),
dan faktor kurang terkontrolnya dari koordinator.
Ikan
hias merupakan salah satu fauna yang menggemaskan untuk dilihat. Tak jarang
banyak orang yang suka memeliharanya. Sehingga hal ini diambil kesempatan oleh
beberapa orang untuk mengambil peruntungan dengan membuka bisnis ikan hias.
Saya adalah salah satu dari sekian banyak orang yang suka ikan hias. Ini
berawal dari dulu waktu kecil dibuatin bapak kolam ikan di taman depan rumah.
Ikannya banyak, warna-warni dan lucu-lucu. Sampai ikannya beranak-pinak. Sering
kali saya berlama-lama di pinggir kolam tersebut untuk memandang ikan. Suka
saja melihat makhluk kecil berwarna unik itu berenang kesana kemari. Sampai
suatu hari tamannya direnovasi dan kolamnya dibongkar, terus ikannya dipindah,
kemudian ikannya banyak yang mati, huhuhu sedih. *kurang lebih sih seperti itu kejadiannya, saya agak lupa*