Tuesday, 24 September 2013

AIR RINDU

Tuesday, September 24, 2013 0 Comments
sungguh berat mengungkapkannya.
tapi ya ingin sekali diungkapkan.
rasanya itu sudah membuncah-buncah.
kau tahu, betapa rindunya aku?
tahukah pikiran ini penuh dengan bayanganmu?
sakit sekali, sungguh sakit menahan rindu.
sesak di dada.
air mata pun seperti memberontak ingin menetes.
dan ini adalah air rindu.
rindu menanti usapan darimu.

Wednesday, 31 July 2013

Soal “Sensasi Ramadhan”

Wednesday, July 31, 2013 0 Comments

Teringat saat awal Ramadhan berada di perantauan. Jadwal UAS yang kurang bersahabat menyebabkan saya menjalani awal Ramadhan berada jauh dari keluarga, jauh dari tetangga, jauh dari masjid Al-Falah, jauh dari jembatan Laren, hahaha (apa hubungannya dengan jembatan?). Saat itu yang saya rasakan adalah se-pi. Merasa ramadhan kali ini kurang bersensasi.
Setelah UAS berakhir, bahagia sangat bisa pulang. Buka bersama keluarga, ngrumpi dengan tetangga, taraweh di masjid Al-Falah, dan jalan-jalan sore dengan Bapak melewati jembatan Laren yang subhanallah kiri kanan jembatan penuh dengan lautan manusia sedang menunggu waktu berbuka. Entah apa yang mereka nikmati di jembatan. Apakah aliran sungainya? (padahal ya menurutku biasa saja tuh alirannya), ataukah bentangan pohon yang hijau di tepian sungai? ( menurutku juga nggak banyak-banyak amat hijaunya), atau juga lalu lalang kendaraannya (nah ini malah nggak ada bagus-bagusnya), tapi yang jelas tidak ada potongan wajah suram dan muram di wajah mereka. (baru terjawab kan hubungannya Ramadhan dengan jembatan). Dan itu semua tidak ada di Surabaya, sedih kan?
Sayangnya, saya tidak bisa berlama-lama dengan itu semua. Tugas dan tanggung jawab mengharuskan saya untuk segera balik ke Surabaya. oke, saya sepertinya sedang dalam proses belajar ikhlas. Ikhlas menjalani puasa di perantauan. *keep smile….
Satu minggu pertama masih terasa berat, rasanya benar-benar ingin pulang. Apalagi pas sabtu minggu, suasana kos yang mencengkam, sepi banget semakin mendukung hasrat ingin pulang.
Setelah satu minggu lebih berjalan, semua berbeda. Setiap hari ke kampus dan bertemu teman-teman. Saling kerja sama, bertukar pikiran, lempar banyolan, ketawa ketiwi dan ini membuatku mulai masuk ke zona nyaman.
Kalau direnungi seh, nikmat juga menjalani Ramadhan di kampus dengan segala aktivitas positif. Yang ada itu tiba-tiba “eh sudah maghrib”. Nggak kalah menariknya itu, pergi ke masjid bareng-bareng dan Alhamdulillah dapat nasi kotakan buat berbuka. Hahahaha…*ngirit ala anak kosan.
Oh iya, sempet ke SLB urusan PKM. Melihat adek-adek belajar dengan keterbatasannya membuatku sangat bersyukur mempunyai pendengaran dan bisa berbicara dengan normal. Sudah seharusnya saya menjalani kuliah ini dengan semangat juga, nggak mau kalah dengan mereka.
Sempat juga berbuka puasa bersama anak-anak yatim. Merasa menjadi anak yang jauh lebih beruntung dari mereka. Alhamdulillah keluarga saya masih lengkap, mendapat fasilitas dari orang tua yang mungkin sangat susah mereka dapatkan, dan sudah sewajibnya saya berbakti kepada orang tua. WAJIB!!!
Lumayan banyak kan yang saya dapatkan selama berRamadhan di Surabaya. ternyata Ramadhan di Surabaya tidak ada sensasinya itu salah besar. Tuh banyak sekali yang saya dapatkan. Ya itulah sensasi Ramadhan ala mahasiswa sok sibuk seperti saya ini, hihihi….
Hmmm…begini ya pemirsa,  Menjadi seorang muslim itu seharusnya merasa senang saat Ramadhan tiba. Menjadi seorang muslim itu dimanapun posisinya seharusnya merasakan sensasi Ramadhan. Dan menjadi seorang muslim itu sewajibnya menjalankan puasa Ramadhan. Hahaha setuju kaaaan?

Saturday, 20 July 2013

HANYA JADI ORANG RATA-RATA

Saturday, July 20, 2013 1 Comments
Ciyeeee yang lagi kesepian di kos *sorakin diri-sendiri.
daripada bengong nih ya, mending saya meluapkan semua kata-kata yang terangkai menjadi kalimat kemudian paragraph yang dari kemaren masih tersimpan di dalam otak.
Hmmm begini, saya punya teman. Menurut saya, dia jago design. Pas buyar kuliah, dosen saya butuh bantuan untuk membuat poster suatu event di kampus saya. “siapa disini yang bisa buat poster?”. Kompak banget seisi kelas hanya nyebut satu nama. Ternyata nggak hanya menurut saya, tapi menurut public.
Setelah membaca buku “7 keajaiban rezeki” ditambah lagi setelah kejadian itu, saya bisa menyimpulkan bahwa kekuatan teman saya berada dalam bidang design. Lalu pertanyaan yang muncul, “dimanakah kekuatan saya?”. Sayangnya, saya tidak bisa menjawab pertanyaan yang bahkan pertanyaan itu saya sendiri yang buat, *miris sekali.
menurut Ippo santosa nih ya, penulis buku “7 keajaiban Rezeki”, untuk menjadi seorang pemenang, yang harus dititikberatkan adalah meningkatkan kekuatan, bukan memperbaiki kelemahan. Karena, kalau meningkatkan kekuatan anda akan jadi orang di atas rata-rata. Tetapi kalau anda memperbaiki kelemahan, anda hanya jadi orang rata-rata. Setujukah anda dengan Ippo Santosa? Kalau saya sih setuju.
Saya mencoba bertanya pada teman saya, Farah. “apa sih kekuatan saya?”. Katanya “kamu itu lucu wik. menarik”. Terbelalak mendengar jawaban teman saya, karena itu diluar predikisi saya. Lha masak saya harus jadi pelawak?hahahahahaha…
Kata teman saya, saya harus focus pada satu atau dua hal yang saya minati saja. Mungkin itu akan jadi kekuatan saya. Lha masalahnya, apa yang saya minati sampai detik ini pun masih ngambang-ngambang, banyak hal yang saya MINATI, tapi nggak ada hal yang saya MUINATI.
Bener sih kata teman saya. Mirip-mirip sama yang ditulis Ippo Santosa dalam buku “7 keajaiban Rezeki”. Berikut beberapa pertanyaan untuk menggali kekuatan:
1.     Apakah yang paling anda minati?
2.     Apakah yang paling anda kuasai?
3.     Apakah sesuatu yang anda minati dan kuasai itu menghasilkan?
4.     Apakah sesuatu yang anda minati dan kuasai itu membahagiakan?
5.     Apakah sesuai dengan persepsi public terhadap anda?
Nah, kalau anda bisa menjawab semua pertanyaan itu, berarti anda beruntung, anda telah mempunyai kekuatan. Sayangnya, saya belum bisa juga menjawabnya. *nangis meronta-ronta.
Lagi-lagi saya harus membongkar aib saya di blog  yah hahaha… *nyengir.
Oalaaah….yang saya minati kan banyak, apakah saya ini anak multitallent? Hahahahah *menghibur diri sendiri.

*terima kasih untuk orang yang sudah memberi buku "7 keajaiban rezeki" pada saya...

Tuesday, 16 July 2013

kini kumengerti,Bapak

Tuesday, July 16, 2013 0 Comments


Kebiasaan menunda-nunda pekerjaan itu benar-benar harus dilenyapkan. Toh ini juga ada ayatnya, al-asr (demi masa). Memang yah manusia, apa harus nunggu disentil dulu baru bertindak?
berikut akan sedikit saya beberkan pengalaman buruk saya yang mungkin bisa jadi pelajaran berharga bagi anda. Meskipun ini sedikit membongkar aib saya, hihihi….
Ceritanya begini,
Berawal pengen taraweh di tempat yang berbeda dari biasanya, saya dan mbak kos berangkat taraweh ke masjid manarul ITS naik sepeda motor saya. Di tengah perjalanan, dan pas di tengah jalan, sepeda motor saya berhenti dengan tidak wajar. Bayangkan! PAS DI TENGAH JALAN meeen. Untung malaikat ijroil sedang tidak berada di TKP, Alhamdulillah saya masih selamat dari ancaman mobil-mobil yang melaju di belakang saya. Sepeda motor di majuin nggak bisa, dimundurin juga nggak bisa. Ya salam ternyata rantenya nyelip dan putus. Dari kemaren memang longgar. Sudah tahu longgar mbok ya segera diservickan, eh namanya manusia yang kurang menghargai waktu ya, malah menunda-nunda. “besok siang saja”. Besok siangnya, “ah besok pulang UAS aja”, pas pulang UAS, “besok aja pas ngganggur”, padahal ya banyak nganggurnya sih. Lagi-lagi, ah manusia.
Sampai-sampai ada malaikat tanpa sayap, dua orang pemuda tak dikenal yang mau berbaik hati pada kami. Memindahkan sepeda motor ke tepi dan mengeluarkan rante yang nyelip. Setelah diskusi sebentar, akhirnya saya dipinjemi sepeda motor pemuda itu untuk membeli rante dan masnya menyanggupi untuk memasangkan rante baru. Saya dan mbak kos menyusuri sepanjang jalan mulyosari sampai ujung tapi nggak nemu toko yang jual rante sepeda motor yang masih buka. Ya sudah, memang nasib. Kuputuskan untu kembali ke TKP.
Saat perjalanan kembali ke TKP, ini otak sepertinya baru berfungsi. Bodohnya diriku begitu mudahnya melepas sepeda motor pada orang yang nggak dikenal. Gimana kalo sepedaku dibawa kabur. Toh yang rusak Cuma rante. Ini sepeda masnya yang tak bawa juga jauh lebih buruk dari sepedaku, belum tentu juga punya masnya sendiri. Haduh ya Allah…deg deg deg ini rasanya.
Pas sampai, melihat masnya duduk termenung menunggu kedatanganku itu rasanya subhanallah dan alhamdulilah sangat. Baik sekali orang ini. Membuatku menyesal telah bersu’udzan pada masnya tadi. ingin memberi sedikit imbalan pada masnya atas perlakuan baiknya, tapi lagi-lagi masnya baik sekali tidak menerima pemberianku.
Setelah kejadian ini, aku telfon bapak dan bercerita pada bapak. Haduhh malah ditertawakan sama bapak. Untung saja pemuda itu benar-benar orang baik dan tidak membawa kabur sepeda motorku. Hidup ini memang keras, jarang sekali bertemu dengan orang baik, apalagi di kota besar seperti Surabaya.
Hehe…kini ku mengerti, Bapak. Untuk anak ceroboh seperti aku ini pantas dibawain sepeda jelek-jelek saja. Untung saja yang tak bawa nggak sepeda motor baru.hahaha
Ya, begitulah cerita kecerobohan saya.
Pelajaran bagi anda, jangan suka nunda-nunda pekerjaan. Kasih tuh perhatian lebih untuk kendaraan anda haha. Dan jangan mudah percaya sama orang asing. Ya untungnya sih nasib saya pas bejo bertemu dengan pemuda baik itu. Di lain cerita, orang yang bernasib mirip dengan saya, sepedanya dibawa kabur sama orang yang sok baik menolongnya (kalau ini cerita dari bapak saya) hehee….
Sekiaaaaaan…

Tuesday, 11 June 2013

masalah? bukan, ini hanya ujian

Tuesday, June 11, 2013 0 Comments

Hidup lurus lurus saja itu mungkin kurang seru. Hidup tanpa masalah itu bukan hidup. Hidup itu ya masalah. Kalau nggak mau masalah ya nggak usah hidup. Pahamkah? Nggak?haduh, ya sudah itu PR anda!
Okee saya akan bercerita  peristiwa  senin, 10 juni 2013, hari yang penuh dengan masalah,
Berawal dari bangun yang melebihi dari target lamanya tidur. Biarpun memang nggak ada kuliah, berdiam diri di kos saja itu nggak akan menyelesaikan tugas. Jam 8 pagi TET harus sudah ada di kampus. Duduk manis di perpus menghadap laptop dan memenuhi panggilan tugas-tugas saya yang seolah-olah sudah melambai-lambaikan tangan kepada saya setelah libur empat  hari dan tak saya nodai sedikitpun. Ya, itu planning saya.
Dan ternyataaaa….saya bangun JAM DELAPAN. Lebih malah. Rrrrrrrrrrrrrrrrr -_________-
Alhamdulillah saya masih menguasai diri sehingga langsung masuk kamar mandi, nggak langsung berangkat ngampus :D
Mandi sudah, dandan sudah, sarapan? Di kampus sajalah.
Bergegas turun tangga kos dan mengeluarkan sepeda motor dari parkiran kos. Dengan PD-nya nyetir motor dan tiga empat rumah pun terlampaui. Setelah rumah ke empat dan-dan- dan ternyata BERHENTI. What? Motorku ngajak guyon. Tampang keren, bensin full, bisa bisae punya acara mogok. Kucoba starter nggak ngangkat, coba starter kaki (bahasa gaulnya itu ngongkel) malah kerasa loss. Oh meeeeeeeen…..ini bencana. Selama ini nggak pernah menghadapi masalah dengan motor secara pribadi dan langsung. Jadi ini cara memperbaikinya bagaimana? NGGAK TAHU. Ya sudaaaaah…dengan legowo saya menuntun sepeda motor balik ke kos,  daripada saya menggotong motor ke kampus?
Jalan kaki akhirnya saya lakoni. Sesampainya di kampus ternyata eh ternyata charger laptopku ke-ting-ga-lan. Dan saat itu laptop dalam keadaan sekarat. Percum tak bergun sekali membawa laptop yang tak bernyawa (dan sedihnya emang laptop nggak pernah bernyawa ya?). rasanya ingin melupakan sejenak masalah itu dengan sarapan. Karena perut saya rasanya juga ingin diperhatikan.  Sesampainya di kantin……………“15 menit lagi aku nyampek kampus” oh meeeen itu smsnya sepupuku yang mau ambil sesuatu. Berhubung kecepatan makanku lebih dari 15 menit dan daripada makanku kepotong akhirnya kuputuskan untuk menunda sarapan dan menunggu sepupu. Kumanfaatkan sekalian kesempatan emas, minta antar sepupu ke kos ambil charger dan sedikit menyervis motorku hahaha Alhamdulillah deh.
Malam harinya sebelum ke sakinah, saya dan didi ambil uang dulu di ATM. Kartu masuk, pilih bahasa, enter pin, pilih jumlah penarikan. BENAR. Oke, saya tunggu keluarnya uang. Tapiiiii….loh?nggak seperti biasanya. Kalau biasanya keluar bertahap uang, kemudian resi, baru kartu, itu aja kalau emang ingin KELUAR, kartu baru keluar. Tapi saat itu, tiga-tiganya(uang, resi, dan kartu) keluar bersamaan. Loalaaaah…ya sudah, tak ambil uangnya, terus resinya, terus pas mau ambil kartunya….loh kok? kartunya masuk lagi dan pesan di layar “kartu anda kami tahan karena terlalu lama” (intinya begitulah) loalaaaah…ini gimanaaaa????
Bingung?iya. tapi ingat petuah bapak “hadapi masalah dengan tenang”. Ya, saya coba tenang. Dengan modal pulsa 8rb saya menghubungi call center. Alangkah mangkelnya hati ini buuuuuung….belom belom pulsa sudah habis. Yawes, nggak nelfon lagi wes besoknya aja langsung ngurus ke bank.
Melanjutkan agenda ke sakinah, wuuuush….pada suatu node mata terbelalak pintu gerbang salah satu jalan menuju sakinah TUTUP. Ya ampun rekkkk…ini baru jam 10 lho kok sudah tutup? Bukannya tutupnya jam 11?(seingatku lho), Yawes yawes puter balik saja. Banyak jalan menuju roma, pun juga banyak jalan menuju sakinah. asik ngobrol tengah jalan dan lagi lagi mata terbelalak,loh ada pak polisi. Sudah sama-sama nggak punya SIM, dan yang paling nyata dilihat dengan kasat mata adalah sama-sama nggak makek HELM. Oh meeeeen….bismillah bismillah bismillah. Eaaaaaaaaaaaaaaaaaaah pak poilisi itu terlewati dan mereka masih menginterogasi pengguna jalan yang lain. Alhamdulillah ya Allah….
Sampai sakinah, dan ternyata sakinah tutup ituuuuuuuuuuuuuu rasanya pengen mbobol pintu sakinah dan pengen njabut tiang bertuliskan sakinah yang ada di depan sakinah.
Tapi alahmdulillah…itu hanya andai-andai saja hahaha…., Allah masih sayang kepadaku. Sakinah masih buka. Taraaaa selamat berbelanja :D
Rasanya pengen Cepet cepet pulang dan berharap segera menemui kedamaian di kos. sampai kos disambut oleh parkiran kos yang sudah padat, tentunya  lumayan repot untuk parkir. Saya yang belom pernah jadi tukang parkir dan semoga nggak akan pernah jadi tukang parkir :D  agak kerepotan menata sepeda biar lebih rapi dan motor saya punya space untuk parkir. Perkiraan saya ternyata kurang tepat mengatur space untuk motor saya dan ini berakibat “mencopotkan” spion sepeda motor sebelah motor saya karena tertenggor spion motor saya. Huaaaaaaaaa rasanya ituuuuuuuuuuuuuu….(nggak usah banyak mikir rasa lah Dwi, segera saja benerin spion itu). Ya, saya utak atik berusaha benerin. Akhirnya ada kiriman malaikat membantu saya, seorang mas mas (temen mbak kos saya) yang sedang belajar di teras kos membantu saya yang lagi bernasib malang. Huuuuuuuh…..terima kasih banyaaaak.
Sepertinya klimaks masalah saya belum mencapai puncaknya. Ya, pesan yang saya terima barusan adalah seseorang yang mempunyai prioritas atas di hati saya DISAPA MALAIKAT MAUT DI JALAN RAYA. Meskipun hanya disapa, ini cukup berhasil membuat kabur pandangan saya karena tertutup air mata.
Begitulah masalah saya hari itu…..
-Pesan saya, panasi motor anda sebelum digunakan apalagi yang telah lama menganggur.
-jangan terburu buru dalam bertindak dan pastikan barang penting jangan ketinggalan
-ketika kartu anda keluar dari mesin ATM, segera ambillah! Tidak perlu menunggu intruksi “KELUAR?”
-tidak usah sok-sokan menelpon customer service kalau modal anda kurang mendukung.”ketiwas kalong tapi gag entok opo opo”.hemmmmm…..
-belajarlah mandiri!ambil pesan tersirat dari tulisan saya ini sendiri :D

Saturday, 8 June 2013

awet remaja ataukah lemot berkembang atau karena KESEDERHANAAN?

Saturday, June 08, 2013 0 Comments

Bener atau salah, perkembangan menuju kedewasaan itu salah satunya bisa dilihat dari segi penampilan? kalau saya yang jawab, saya rasa bisa aja benar. Baca pertanyaan itu sekali lagi, ada kata "salah satunya"...:D pertanyaan dan jawaban ini muncul saat bertemu teman-teman SMA di acara expo kampus beberapa bulan lalu. Cukup terkagum-kagum melihat metamorphosis teman-teman yang sangat cepat. Dandanan teman-teman terlihat “dewasa banget” bahkan ada yang berdandan ala tante-tante,*eh :D ,gimana nggak tante-tante, masak ke sekolah pakek make up menor gitu menurutku sih. Belum setahun lho status SMA ini dilepas, tapiiii….waaaaahhh teman-teman cepat sekali melepas image anak SMAnya. Dan ini menimbulkan pertanyaan untuk saya sendiri, “ini teman-teman yang wajar dengan perkembangannya ataukah saya yang kurang normal?” haha
Tapi yaaa….so what? saya nyaman dengan diriku yang seperti ini :D
Bukannya nggak suka dengan dandanan mereka, suka malah melihat teman-teman pada cakep dengan stylenya yang baru dan fresh itu.
Jadi keinget komentar teman kuliahku beberapa bulan lalu, “eh,wedakan po’o…ben ayu” dan itu yang komentar cowok lhooo.iya, cowok! Hikz :’( sedikit merasa tertampar :/ dan lagi-lagi “yowes mosok ngreken” hahaha
Ada lagi yang komentar, “awakmu iku cewek sing gag neko neko. Malah seneng seh aku sama cewek gag neko-neko”, itu komentar bertolak belakang banget dengan yang pertama. ya saya paham bahwa selera orang itu beda-beda. Tapi komentar ini menimbulkan pertanyaan lagi “nggak neko-neko saya ini masihkan dalam batas wajar?”hahaha
Ini nih, budhe tak ketinggalan berkomentar. Komentar budhe terlontar saat beberapa pilihan baju ada didepanku. “aku nggak mau yang ini, terlalu ribet, terlalu rame, terlalu feminim, terlalu bla bla bla bla”. Budhe bilang “dari dulu kamu emang nggak pernah makek baju aneh aneh,gitu gitu terus bajumu” (tentunya dalam bahasa jawa) “aku milih ini saja,lebih simple”. Ternyata yaaaaa, ukuran simple dalam parameterku ini TERLALU simple berdasarkan parameter normal hahaha. Padahal baju itu bagus, lagi trend, dan cocok untuk mahasiswi seumuranku, kata orang seh.
Jadi begini, apakah jadi mahasiswi itu harus berdandan ala mahasiswi? Sampai-sampai status kemahasiswaanku tidak terlihat. Rrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr……………….-_________-
Beberapa bulan lalu saat mengantar ibuk tilek bayi ke temannya, “kesini sama siapa mbak?”, Tanya temen ibuk. “sama ini” (nunjuk saya yang lagi ada di samping ibuk). “naik sepeda motor? Bisa ta?”, alamaaaaak….ini benar-benar pertanyaan atau pengecean terselubung?. “bisalah mbak, wes mahasiswa kok”, jawab ibuk sambil tertawa. Dan tak dinyana komentar teman ibuk “oalaaah….tak kira masih SMP mbak”. Oh tuhaaaaaaaaaaaaaaan -_______-
Beberapa komentar itu menjadi perenungan saya, saya ini awet remaja, ataukah lemot berkembang menuju kedewasaan, ataukah terlalu SEDERHANA? :D

Follow Instagramku